Selasa, 17 April 2012

mengobati gurame

Mengatasi Penyakit Mematikan Ikan Gurami

Ikan gurami rentan terserang penyakit dan bakteri. Calah satu yang paling mematikan adalah tuberkulosis (TBC) gurami. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian hingga 70%. Penyebabnya, infeksi bakteri Mycobacterium fortuitum. Serangan mematikan terjadi saat kondisi ikan lemah dan stres, misalnya akibat perubahan suhu yang drastis dan penurunan kualitas air.

Gejala awal serangan adalah nafsu makan ikan menurun, kemudian sisik mengelupas dan muncul bercak-bercak merah disertai benjolan-benjolan kecil disekujur tubuh. Pencegahan dapat dilakukan dengan perawatan intensif menyeluruh. Setelah dipanen, bersihkan dan keringkan kolam minimal selama 1 minggu. Lumpur dan kotoran yang mengendap didasar kolam dibuang. Lapisan tanah dibalik dan ditambahkan kapur tohor sebanyak 100-150 gr/m2 atau 200 gr/m2 untuk tanah asam. Berikan imunostimulan seperti vitamin C dosis 150-500 mg/kg bobot tubuh saat bibit seukuran korek api selama 7-10 hari. Cara lain bisa dengan merendam burayak gurami dengan larutan kalium permanganat (KMnO) dosis 15 gr/m2 selama kurang lebih 30 menit. Selama perendaman kombinasikan dengan pemakaian aerator agar ikan tidak mati kekurangan oksigen terlarut.

Perlu diketahui juga bahwa penyebab kematian gurami yang banyak dialami para pembudidaya gurami adalah faktor bibit. Bibit tidak sehat atau luka saat penangkapan maupun pengangkutan menyebabkan gurami mudah mati. Faktor lainnya adalah pencemaran air yang terjadi akibat kolam dekat dengan sumber pencemaran, seperti sawah yang menggunakan pestisida atau tempat pencucian motor dan mobil. Selain itu kesalahan para peternak biasanya padat tebar bibit terlalu tinggi. Idealnya, untuk bibit berukuran diatas 6 cm padat tebarnya adalah 20 ekor/m2.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar